Bersama Kita Pahami Bahaya HIV/AIDS

Bersama Kita Pahami Bahaya HIV/AIDS

100_1008100_1025

Komunikasi, informasi dan edukasi HIV/AIDS mutlak diterapkan juga penting bagi seluruh masyarakat Sambas, umumnya Bangsa Indonesia dan seluruh dunia untuk dapat bersama-sama memahami serta memaknai bahaya penyakit HIV/AIDS. Penyebaran pamflet/leaflet di Kecamatan Sambas, Sebawi, Pemangkat, dan Teluk Keramat serta  pemutaran iklan di radio dan pemasangan spanduk HIV/AIDS salah satu informasi yang dapat langsung diterima masyarakat akan bahaya penyakit ini. “ Kegiatan upacara, sarasehan dan dialog HIV/AIDS serta narkoba diharapkan dapat menjadi  pengetahuan tambahan bagi masyarakat akan bahaya penyebaran HIV/AIDS” ucap ketua pelaksana Drs H Uray Heriansyah pada laporan kegiatan di Hari HIV/AIDS sedunia  di lapangan SMKN 1 Teluk Keramat yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH, Ketua MUI Kab Sambas, Kepala Dinas dan Instansi terkait, Anggota DPRD Kab Sambas, Muspika setempat serta pelajar SLTP dan SLTA Teluk Keramat  , Selasa(1/12)

Dari banyaknya jenis penyakit menular, hanya ada satu penyakit yang diperingati seluruh dunia yaitu HIV/AIDS yang merupakan perhatian seluruh masyarakat di dunia.  Kewajiban seluruh masyarakat Sambas untuk benar-benar memahami dan mengetahui bahaya HIV/AIDS serta bersama-sama seluruh elemen masyarakat untuk mencegah penyakit ini. “ Penyakit AIDS adalah penyakit menular yang disebabkan karena  perilaku hidup tidak sehat misalnya dengan melakukan seks bebas ,menggunakan narkoba melalui jarum suntik yang sampai saat ini belum ada obatnya kalaupun ada itu tidak menyembuhkan tetapi hanya mengurangi virus agar tidak menularkan pada orang lain  ” ungkap Wakil Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH dalam  sambutannya.

Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Kesehatan ini mengungkapkan dari tahun ke tahun kasus HIV/AIDS semakin meningkat dan sudah menyebar ke  seluruh  Kecamatan di Kabupaten Sambas.  “ Ini seperti fenomena gunung es yang sangat mengkhawatirkan generasi penerus karena dari data yang ada paling banyak di usia produktif  yaitu antara 24 hingga 36 tahun  dan ini harus segera diatasi agar tidak meningkat” ungkap Wabup.

Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Komisi Penanggulangan AIDS Kab Sambas bertugas memfasilitasi, mengkoordinasi, memonitoring serta mengevaluasi setiap kegiatan penanggulangan AIDS dan berkomitmen untuk memberantas dan menanggulangi permasalahan HIV/AIDS. “ Dengan visi Sambas bebas HIV/AIDS diharapkan seluruh masyarakat  satu suara memerangi bahaya HIV/AIDS serta  mewujudkan di tahun 2011 bersih dari HIV/AIDS” ajak Wakil Bupati.

Ibu dari tiga anak ini juga berharap agar yang hadir pada upacara, sarasehan dan dialog HIV/AIDS serta narkoba dapat menyampaikan kepada masyarakat bagaimana cara mencegah dan mengatasi virus HIV/AIDS serta ilmu yang disampaikan narasumber agar ditanam dalam hati dan dilakasanakan dalam kehidupan sehari-hari. “Yang hadir pada saat ini dapat menjadi transformasi dan menyampaikan kepada tetangga-tetangga, keluarga-keluarga serta teman-teman yang mungkin tidak mendengar langsung akan bahaya  dari HIV/AIDS” harap Wabup.

Selain itu Wabup juga berharap agar masyarakat memberi dukungan secara moril terhadap ODHA. “Dukung ODHA secara moril, jangan sampai mereka dikucilkan dan rangkul mereka bersama-sama”. Ajaknya.

Related posts:

  1. Kerja Sama Masyarakat dan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Hiv Aids
  2. BERSAMA BERANTAS PENYEBARAN HIV AIDS
  3. TELUK KERAMAT PUNCAK HARI AIDS SEDUNIA
  4. KERJASAMA MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN AIDS
  5. PERAN MASYARAKAT DALAM MEMBERANTAS HIV/AIDS

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

About the Author