Persalinan Aman AKI Menurun

Pelayanan publik pada sektor kesehatan khususnya persalinan aman, inisiasi menyusui dini dan ASI Ekslusif merupakan sektor yang bertujuan untuk mempercepat pencapaian MDGs. Persalinan yang aman melalui bantuan tenaga kesehatan dapat menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Menurunnya angka kematian ibu , adanya inisiasi menyusui dini dan berhasilnya program ASI Eksklusif akan berdampak pada kenaikan IPM Kab Sambas. “Jika dilihat secara kasat mata rasanya orang-orang Sambas sudah mampu, ini dapat dilihat dari segi pendidikan, kesehatan dan ekonomi tapi nyatanya IPM kita masih rendah”ucap Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH saat  membuka pelatihan peningkatan multi stakeholder forum peduli persalinan aman, IMD dan ASI Ekslusif Kab Sambas yang diadakan USAID Indonesia  pimpinan Yeni Januarti di Aula Bappeda Kab Sambas, Rabu (22/2).

Bupati Sambas sangat mendukung program ini, dikarenakan berdasarkan data survey yang paling rentan dan beresiko harapan hidup pendek pada ibu hamil dan bayi di Kab Sambas  masih tinggi. “Saya harap kegiatan yang baik ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh peserta sehingga ilmu yang sudah ada dapat ditularkan pada yang lain dan segera terjun langsung ke lapangan setelah kegiatan ini”ucap Bupati di hadapan 36 peserta dari multi stakeholder forum bidang kesehatan

Juliarti mengatakan inisiasi menyusui dini dan pemberian ASI Ekslusif sangat baik bagi pertumbuhan bayi karena berkaitan dengan asupan gizi yang baik. “Setelah di cek benar-benar pemberian ASI Ekslusif pada bayi berumur 0-6 bulan hanya 9%, ini yang mengakibatkan gizi kurang pada balita di Kab Sambas masih tinggi” ujarnya

Pemberian ASI Ekslusif  ucap mantan Kepala Dinas Kesehatan Kab Sambas merupakan nutrisi bayi  berupa air susu ibu tanpa memberikan makanan tambahan, cairan ataupun makanan lainnya hingga bayi berumur 6bulan. “Saya minta kegiatan ini agar benar-benar membedah permasalahan secara sistemik baik secara adat ataupun sistem lainnya karena banyak masyarakat kita yang tidak tahu cara menyusukan anak, walaupun ini tidak mudah  tetapi masyarakat harus tahu dulu apa itu persalinan aman, inisiasi menyusui dini dan ASI Ekslusif, setelah itu mereka baru mau”paparnya lagi

Bupati mengatakan permasalahan ini bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab dinas kesehatan saja  tetapi juga menjadi tanggung jawab semua stakeholder yang ada, untuk dapat menciptakan manusia Sambas sukses dibutuhkan kerjasama semua pihak. “Harapan saya melalui bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir disini dapat memanfaatkan waktu tiga hari ini dengan baik agar dapat menyebarkan tujuan utama program membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak yang otomatis akan menurunkan angka kematian ibu dan bayi”ucap Bupati

Lebih lanjut Juliarti mengatakan inisiasi menyusui dini atau IMD saat ini merupakan program yang sedang gencar dianjurkan Pemerintah. “IMD bukan program ibu menyusui tetapi bayi yang harus aktif menemukan sendiri putting susu ibunya, oleh sebab itu anak jangan di beri dot karena nanti kalah putting susu ibunya”paparnya lagi

Selanjutnya kegiatan ini nantinya ada laporan ke saya, ucap Bupati. “Kepada stakeholder yang lain saya harap membuat program yang berkaitan dengan persalinan aman, inisiasi menyusui dini dan ASI Ekslusif itu seperti apa”ucapnya

Social Comment

Related posts:

  1. Tekan AKBB, Pemda-WVI Gelar Konseling Menyusui
  2. HIMBAU KONDISI KONDUSIF DAN AMAN DUKUNG PARIWISATA
  3. PERINGATAN HUT IBI KE-58, GELAR PERSALINAN GRATIS
  4. Target Pemerintah Angka Kemiskinan Tahun 2015 Menurun
  5. Pemilu 2009 Berjalan Aman dan lancar

About shanti