Gambaran Umum

bupati-wakil-bupati-sambas

Foto: Bupati Sambas, dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, M.Ph. dan Wakil Bupati Sambas, DR. Pabali Musa, M.Ag.

A. Kondisi Umum.


View Larger Map

(peta Kabupaten Sambas dalam citra satelit google maps)

1. Luas dan Batas Wilayah.

Kabupaten Sambas dengan luas wilayah 6.395,70 km2 atau 639.570 ha (4,36% dari luas wilayah Propinsi Kalimantan Barat), merupakan wilayah Kabupaten yang terletak pada bagian pantai barat paling utara dari wilayah propinsi Kalimantan Barat. Panjang pantai ±128,5 km dan panjang perbatasan negara ±97 km. Dilihat dari letak geografisnya, Kabupaten Sambas terletak diantara 1’23” Lintang utara dan 108’39” Bujur Timur, dengan batas wilayah :
- Sebelah Utara dengan Laut Natuna dan Serawak (Malaysia Timur)
- Sebelah Selatan dengan Kota Singkawang & Kabupaten Bengkayang
- Sebelah Barat dengan Laut Natuna
- Sebelah Timur dengan Serawak (Malaysia Timur) dan Kabupaten Bengkayang

2. Wilayah Administrasi Pemerintahan

Kabupaten Sambas terdiri dari 19 Kecamatan dan 184 Desa, yaitu Kecamatan Selakau (9 Desa), Pemangkat (5 Desa), Jawai (11 Desa), Tebas (23 Desa), Sambas (18 Desa), Teluk Keramat (24 Desa), Paloh (8 Desa), Sejangkung (12 Desa), Sajingan Besar (5 Desa), Kecamatan Galing (10 Desa), Kecamatan Subah (11 Desa), Kecamatan Tekarang (7 Desa), Kecamatan Semparuk (5 Desa), Kecamatan Sajad (4 Desa), Kecamatan Sebawi (7 Desa), Kecamatan Jawai Selatan, (9 desa), Kecamatan Tangaran (7 desa), Selakau Timur (4 desa) dan Salatiga (5 desa).

Dari 19 Kecamatan tersebut terdapat 2 kecamatan yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia (Serawak) yaitu Kecamatan Paloh dan Sajingan Besar.

3. Jumlah Penduduk.

Penduduk Kabupaten Sambas berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sambas tahun 2010 (pemutakhiran data penduduk), jumlah penduduk Kabupaten Sambas berjumlah 546.088 jiwa terdiri dari penduduk laki-laki 278.748  jiwa dan penduduk perempuan 267.340  jiwa dengan kepadatan rata-rata 77 jiwa/km2, dengan Kepala Keluarga sebanyak 146.904 KK.

Jumlah penduduk selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

REKAPITULASI JUMLAH PENDUDUK DAN KEPALA KELUARGA

DI KABUPATEN SAMBAS

HASIL PEMUTAKHIRAN DATA KEPENDUDUKAN TAHUN 2010

NO KECAMATAN JUMLAH
DESA PENDUDUK KK
LAKI-LAKI PEREMPUAN L + P
1 SAMBAS 18 25.145 24.471 49.616 13.145
2 TELUK KERAMAT 24 31.302 29.546 60.848 16.879
3 JAWAI 11 21.418 19.779 41.197 10.937
4 TEBAS 23 39.348 36.525 75.873 20.112
5 PEMANGKAT 5 26.756 25.946 52.702 12.536
6 SEJANGKUNG 12 12.756 12.372 25.128 6.259
7 SELAKAU 9 16.021 14.954 30.975 8.612
8 PALOH 8 11.425 10.440 21.865 6.490
9 SAJINGAN BESAR 5 4.841 4.449 9.290 2.048
10 SUBAH 11 9.454 8.573 18.027 5.006
11 GALING 10 10.231 9.748 19.979 5.550
12 TEKARANG 7 7.883 7.281 15.164 4.138
13 SEMPARUK 5 13.356 16.931 30.287 9.275
14 SAJAD 4 5.684 5.808 11.492 2.996
15 SEBAWI 7 9.081 8.482 17.563 4.682
16 JAWAI SELATAN 9 10.894 10.112 21.006 5.345
17 TANGARAN 7 10.700 10.106 20.806 6.099
18 SALATIGA 5 7.624 7.257 14.881 3.895
19 SELAKAU TIMUR 4 4.829 4.560 9.389 2.900
JUMLAH 184 278.748 267.340 546.088 146.904
SUMBER: DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN SAMBAS, 2010)

4. Mata Pencaharian.

Mata pencaharian penduduk Kabupaten Sambas bervariasi antara lain : di bidang Pertanian 78,53 %, di bidang Industri dan Perdagangan 7,13 %, Jasa-jasa 6,98 %, Angkutan dan Komunikasi 1,04 %, lain-lain 6,32 %.

B. Potensi Sumber Daya Alam

1. Iklim

Kabupaten Sambas termasuk daerah beriklim tropis dengan curah hujan bulanan rata-rata 187.348 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 11 hari /bulan. Curah hujan yang tertinggi terjadi pada bulan September sampai dengan Januari dan curah hujan terendah antara bulan Juni sampai dengan bulan Agustus. Temperatur udara rata-rata berkisar antara 22,9oC. Sampai 31,05oC. Suhu udara terendah 21,2oC terjadi pada bulan Agustus dan yang tertinggi 33,0oC pada bulan Juli. Kelembaban udara relatif 81-90%, tekanan udara 1,001- 1,01/ Hm Bar, kecepatan angin 155 – 173 Km/ hari, elipasi sinar matahari 50.73%, penguapan (evaporasi ) harian antara 4,2-5,9 Hm dan evapotranspirasi bulanan 134,7 – 171,4 mm.

2. Tanah

a. Jenis Tanah

Jenis tanah di daerah datar meliputi jenis organosol, aluvial dan podsolik merah kuning (PMK) sedangkan di daerah berbukit dan bergunung meliputi jenis tanah latosol dan PMK. Secara terperinci luas masing-masing jenis tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Organosol : 136.230 Ha
PMK : 157.320 Ha
Aluvial : 230.630 Ha
Podsol : 44.600 Ha
Latosol : 70.790 Ha

b. Tekstur Tanah

Halus : 300.798 Ha
Sedang : 157.320 Ha
Kasar : 76.112 Ha
Gambut : 69.510 Ha
Lainnya : 72.990 Ha

3. Pertanian Tanaman Pangan

Terdapat tiga komoditas utama yang sudah diusahakan dan berpotensi untuk dikembangkan yaitu Padi, Palawija dan Hortikultura. Luas lahan potensial untuk penanaman padi adalah 26.723 Ha. Luas yang sudah diusahakan 22.000 Ha, dengan demikian masih terdapat 3.790 Ha untuk pengembangan padi. Sedangkan luas lahan yang potensial untuk penanaman Palawija adalah 5.320 Ha, yang sudah diusahakan 1.949 Ha dengan demikian masih terdapat 3.371 Ha untuk pengembangan palawija. Untuk komoditas Hortikultura potensial lahan yang tersedia seluas 23.050 Ha dan sebagian telah dimanfaatkan untuk komoditas ini, sisa lahan untuk pengembangan hortikutura adalah 19.301 Ha.

4. Perkebunan

Usaha perkebunan di Kabupaten Sambas masih didominasi oleh usaha perkebunan rakyat. Pengembangan usaha perkebunan menggunakan empat pola, yaitu :

a. Pola Swadaya.
b. Pola unit pelayanan dan pengembangan (UPP).
c. Pola perusahaan inti rakyat (PIR).
d. Pola perkebunan swasta.

Jenis usaha perkebunan meliputi ; karet, kelapa, lada, kopi, kelapa sawit, cengkeh, dan lain-lain.

5. Peternakan

Usaha peternakan di Kabupaten Sambas, adalah peternakan rakyat dengan skala kecil yang diusahakan oleh masyarakat, yaitu ; sapi, kambing, ayam buras, ayam petelor, ayam pedaging dan itik.

6. Perikanan dan Kelautan

Terdapat empat jenis usaha yang digarap, yaitu ; budidaya air payau, seperti tambak udang windu, budidaya air tawar seperti kolam dan keramba, penangkaran penyu dan penangkapan ikan di perairan laut.

7. Kehutanan

Potensi kehutanan meskipun sudah menipis, namun luas wilayah hutan yang kurang lebih setengah dari luas Kabupaten Sambas masih dapat dikembangkan dan mempunyai nilai ekonomis tinggi.

Keberadaan hutan sangat berperan dalam mempertahankan industri hutan dan melindungi areal konservasi yang berhubungan dengan industri pariwisata dengan cara mempertahankan hutan alam dan kawasan lindung.

Hutan yang ada di Kabupaten Sambas yaitu  Hutan Lindung, Hutan Magrove, Taman Wisata Alam, Hutan Produksi Biasa, Hutan Produksi APL dan Hutan Konservasi.

8. Pertambangan

Kabupaten Sambas memiliki bahan tambang dan bahan galian yang belum dimanfaatkan secara optimal karena sampai saat ini sebagian besar bahan tambang yang ada baru diidentifikasi letak dan jenisnya.

Jenis-jenis tambang tersebut yaitu Emas, Bauksit, Timah Putih, Tembaga, Antimoni, Air Raksa, Besi, Molitdenit, Perak Timah Hitam, Mangan dan Arsenit.

Sumber daya tambang yang telah diusahakan adalah Bahan Galian Golongan C yang terdapat di Kecamatan Sambas, yang masih memungkinkan untuk dikelola secara besar-besaran.

9. Pariwisata

Sumber daya wisata potensial yang ada di Kabupaten Sambas meliputi :

a. Wisata Alam yang berada pada kawasan Hutan Lindung, Pantai, Air Terjun dan Danau.
b. Wisata Sejarah Istana Kerajaan Sambas dan tempat-tempat peninggalan sejarah.
c. Wisata Budaya seperti upacara adat dan tarian tradisional.
d. Wisata Agro seperti jeruk, salak dan kelapa.

C. Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Perkapita.

Tingkat pendapatan suatu daerah dapat diukur antara lain dari pendapatan per kapita, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta gambaraan kualitatif tentang keadaan sandang, pangan dan perumahan masyarakat. Berdasarkan data tahun 2003 dapat dilihat Keadaan perekonomian Kabupaten Sambas yaitu:

1. PAD sebesar 16.350.041.018
2. Pendapatan per kapita sebesar 3.419.922
3. Pajak bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 8.560.013.046
4. Upah minimum regional (UMR) sebesar 400.000

Sedangkan Tingkat pendapatan Mata pencaharian Menurut sektor yaitu :

1. Pertanian berjumlah 207.350 orang
2. Industri Pengolahan berjumlah152.028 orang
3. Listrik, gas, dan air berjumlah 9.053 orang
4. Bangunan berjumlah 28.308 orang
5. Perdagangan berjumlah 34.695 orang
6. Perhubungan berjumlah 2.874 orang
7. Keuangan berjumlah 9.723 orang
8. Jasa kemasyarakatan lainnya berjumlah 34.678 orang.

Berdasarkan PDRB Kabupaten Sambas atas dasar harga konstan tahun 1993 secara riil diperoleh gambaran mengenai pencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 2,90%.  Dimana pada tahun 2001 tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas sebesar 674.565,23 juta dan pada tahun 2002 mengalami peningkatan menjadi 694.086,81 juta.

Pada tahun 2002, struktur perekonomian didominasi oleh sektor pertanian, dimana sektor ini memberikan sumbangan sebesar 44,18% terhadap keseluruhan perekonomian yang ditunjukkan pada PDRB harga berlaku pada tahun tersebut.  Disusul oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 27,24%, sektor industri sebesar 11,06% dan sektor lainnya 17,52%.

Pendapatan regional per kapita selama kurun waktu tahun 2001-2002 mengalami peningkatan Rp. 4.526.193,12 menjadi Rp. 4.930.257,85 atau meningkat sebesar 8,93%.  Selanjutnya atas dasar harga konstan 1993, angka PDRB per kapita ini mengalami peningkatan sebesar 1,78%, yaitu dari Rp. 1.471.890,55 menjadi Rp. 1.498.088,37.

*****

Catatan : Bila anda meng-copy naskah ini, harap cantumkan kembali link balik sumber url ini di website/blog anda. Link naskah ini yaitu www.humassambas.com pada link balik http://humassambas.com/informasi/gambaran-umum/

About the Author

Website Informasi, Lintasan Berita dan Seputar Kegiatan Pemerintah Kabupaten Sambas